Kamis, 22 November 2012

METRUM,SEJARAH PERKEMBANGAN,DAN WATAK TEMBANG MACAPAT




METRUM, SEJARAH PERKEMBANGAN, DAN  WATAK TEMBANG MACAPAT 





By : Witma Supriyajana


 Metrum macapat

Dalam khasanah kesastraan Jawa terdapat puisi tradisional yang disebut macapat.Jenis puisi itu terikat oleh konvensi yang telah mapan berupa guru gatra,guru wilangan,dan guru lagu (Padmosoekotjo,1958:18).konvensi macapat yang mencakup tiga unsure itu yang di maksudkan sebagai metrum.
  Nama Metrum Macapat

Nama metrum sama dengan nama jenis tembangnya yang terdapat dalam beberapa buku teori sastra jawa

a) Dalam Widyaswara (sastrasuwignya dan Moelyono,1981:23—25) terdapat delapan tembang tang di golongkan sebagai tembang macapat yaitu pucung,mijil,durma,kinanthi,asmaradana,pangkur,sinom,dan dhandhanggula.Tembang lainya yang berjumlah sembilan puluh dua di golongkan ke dalam tembang tengahan dan tembang gede.
b) Dalam serat purwakara dll.terdapat sembilan tembang yang di golongkan sebagai tembang macapat. Nama-namanya seperti pada buta (a) di tambah dengan maskumambang.
c)  Dalam purwakanti (Mangunwidjaja,1992:119) dll.Terdapat sepuluh tembang yang digolongkan sebagai tembang macapat.Nama-namanya seperti pada butir (a) ditambah dengan maskumambang dan megatruh atau dudukwuluh
d)Dalam Mbombong manah 1 terdapat sebelas tembang yang di golongkan sebagai tembang macapat.Nama-namanya seperti pada butir (a) di tambah dengan maskumambang,gambuh,dan megatruh.Di jelaskan oleh Tedjohadisumarto(1958:5)bahwa  tembang gambuh dan megatruh semula digolongkan tembang tengahan.
e) Dalam patokaning njekaraken (Hardjowirogo,1952:9—12,18—19)terdapat lima belas tembang yang digolongkan sebagai tembang macapat.Nama sembilan tembang pada butir (b) di sebut macapat baku(sugiyo,1978:10,Arintoko,1981:3),lima buah tembang berupa tembang tengahan yang terdiri atas balabak,megatruh,gambuh,jurudemung,dan wirangrong,serta sebuah berupa tembang gede,yaitu gurisa atau girisa.Lima buah tembang tengahan dan sebuah tembang gede itu di golongkan sebagai tembang macapat
(f) Jumlah yang sama pada butir 
(e) Terdapat dalam tata sastra.Dalam buku itu disebutkan bahwa jumlah tembang macapat ada lima belas termasuk tembang tengahan yang sudah di golongkan ke dalam tembang macapat.

Penanaman metrum macapat

Penamaan lima belas metrum macapat itu di sajikan berikut ini di lengkapi dengan keterangan secukupnya,terutama yang mengikluti etimologi.
a)      Pangkur berasal dari nama punggawa dalam kalangan kependetaan. Pangkur diberi arti buntut “ekor”.oleh karena itu pangkur kadang-kadang di beri sasmita “isyarat” tut pungkur,tut wuntat ”mengekor”,”mengikuti”
b)      Maskumambang berarti punggawa yang melaksanakan upacara shamanistis ,mengucapkan mantra atau lafal dengan menembang disertai sajian bunga.
c)      Sinom diberi arti sesekaring rambut  “anak rambut” .Sinom juga di artikan “daun muda” sehingga kadang-kadang di beri isyarat dengan lukisan daun muda.
d)     Asmaradana berasal dari kata asmara dan dana,Asmara adalah nama dewa pencintaan;dana dari kata dahana berarti api.
e)      Dhandhanggula di beri arti ngajeng-ngajeng kesaenan “menanti-nanti kebaikan”
f)       Durma berwatak atau biasa di gunakan dalam suasana seram.
g)      Mijil berarti keluar.Selain itui mijil ada hubunganya dengan kata wijil yang yang bersinonim dengan kata lawang “pintu”
h)      Kinanthi biasa di gunakan dalam suasana mesra atau senang.
i)        Gambuh biasa di gunakan dalam suasana mesra atau senang.
j)        Wirangrong di gunakan dalam suasana berwibawa
k)      Jurudemung berarti “penabuh gamelan” atau “lelingir kang landhep” sanding yang tajam.
l)        Girisa berarti boten sarwa wegah “tidak serba enggan’ sehingga mempunyai watak selalu ingat.
m)    Pucung cenderung mengacu pada hal-hal yang bersifat lucu yang  menimbulkan kesegaran.biasa di gunakan dalam suasana santai.
n)      Megatruh dapat berarti petugas yang ahli dalam kerohanian yang selalu menghindari perbuatan jahat.
o)      Baladak berwatak atau biasa di gunakan dalam suasana santai.


 Aturan metrum macapat
Jenis metrum macapat berjumlah lima belas.Setiap jenis metrum memiliki aturan tertentu yang di sebut guru gatra,guru wilangan dan guru lagu

No
Nama metrum/tembang
Aturan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Asmaradana
Balak
Durma
Dhandanggula
Gambuh
Girisa
Jurudemung
Kinanthi
Maskumambang
Megatruh
Mijil
Pangkur
Pucung
Sinom
Wirangrong
8/i
8/a
8/ĕ/o
8/a
7/a
8/u
8/a



12/a
3/ĕ
12/a
3/e
12/a
3/e




12/a
7/i
6/a
7/a
8/i
5/a
7/i



10/i
10/a
8/ĕ
7/u
9/i
7/a
6/u
8/a
12/i
7/a
7/u
10/u
12/i
8/u
8/o
8/a




8/a
8/a
8/a
8/a
8/a
8/a
8/a



8/a
8/u
8/u
8/a
8/u
8/i
8/u



8/u
8/i
8/a
8/i
8/a





12/i
6/a

8/a






12/u
8/i
6/i
8/i
8/o





12/i
6/o
10/ĕ
10/i
6/i
6/u




8/a
11/i
8/u
7/a
12/u
8/a
8/a



12/u
6/a
8/i
12/a






8/a
8/i
8/a
8/i
7/i
8/u
7/a
8/i
12/a

8/i
8/o
10/u
6/i
7/a
7/a
7/a







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar