Kamis, 22 November 2012

Perspektif Gender Proses Eksploitasi Perempuan Dalam Perikalanan


 

Perspektif Gender Proses Eksploitasi Perempuan Dalam Perikalanan
By : Witma Supriyajana
 
Sistem nilai, norma, stereotipe, serta ideologi gender telah lama dilihat sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi posisi serta hubungan perempuan dengan laki-laki, ataupun dengan lingkungannya dalam konstruksi sosial masyarakat. Nilai atau norma tentang perempuan dalam masyarakat tumbuh dari konsensus di dalam masyarakat itu sendiri yang dibawa secara turun temurun, meskipun seiring dengan perkembangan jaman tata nilai tersebut akan terus berkembang dengan mengalami dekonstruksi, redefinisi, maupun rekonstruksi dalam proses sosialnya. Kendatipun demikian, cara pandang tentang perempuan ataupun ideologi gender tidak dapat dilepaskan dengan nilai kultural yang melingkupi hubungan sosial masyarakatnya. Hal ini disebabkan adanya prakonsepsi yang telah diterima sebagai konsensus bersama, legimitasi moral dari kelompok yang dominan, Periklanan sebagai sebuah sistem komunikasi massa, kini cenderung menjadi parameter atau implementasi wacana gender yang menggugat adanya bias-bias ketidakadilan gender (gender innequalities). Periklanan kini dengan agak sinis dikatakan sebagai sarana legimitasi hegemoni ideologi maupun pelestari dominasi ideologi patriarkis. Kecenderungan menggunakan periklanan sebagai arena contoh bentuk subordinasi perempuan memang mudah sekali dimunculkan. Hal ini disebabkan periklanan sendiri memang merupakan bentuk komunikasi yang sering memunculkan kode-kode sosial sebagai fragmentasi realitas sosialnya, di mana kode-kode sosial tersebut tak jarang pula mengadopsi stereotipe, asosiasi-asosiasi, refleksi kultural, ideologi serta pola gender yang ada di masyarakat.Akan tetapi akankah periklanan telah menjadi simbol subordinasi perempuan ? Ataukah para disainer iklan yang dituding sebagai penyebab munculnya fenomena representasi sosial yang menyiratkan perempuan diposisikan pada peran yang subordinat ? Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai komunitas masyarakat yang mempunyai etika, norma, serta perilaku sosial, yang mempunyai ciri budaya ketimuran, yang dapat menata serta mengatur bagaimana konsep gender yang dapat mengangkat harkat perempuan di Indonesia.Dan dapur sampai elektronik sering pula dimanifestasikan sebagai komoditi yang dekat dengan wilayah femininitas. atas daya tarik visualisasi representasi iklan. untuk membuat komoditi atau produk mempunyai nilai tertentu. `jantan', `maskulin',`eksklusif', Pemberani telah menjadi idiom yang dimiliki oleh komoditi seperti rokok,suplemen, parfum, jamu atau obat kuat Perempuan sering menjadi alternatif pilihan sebagai obyek yang dapat menciptakan daya tarik serta merefleksikan citra. Bisa dilihat bahwa hanya untuk mengiklankan sebuah produk elektronik seperti televisi, perempuan pun di-casting dengan kostum yang agak sensual, atau bahkan ada representasi iklan televisi yang menampakkan perempuan dengan pakaian serba ketat serta dengan tarian yang erotik dimunculkan sebagai  pendamping produk. Ada pula iklan permen yang diidentikkan dengan sebuah tarian tango, yang menampakkan perempuan dengan berbagai pose erotis. Perempuan memang telah menjadi fenomena komoditas yang tak terelakkan dalam kancah komunikasi iklan. Perempuan telah menjadi sarana legimitasi daya tarik terhadap aktualisasi nilai produk. Sebuah produk yang pada kenyataannya mempunyai fungsi yang general, telah dikomunikasikan tidak lagi bersifat fungsional tetapi sudah bergeser ke arah konsep gender. Femininitas atau maskulinitas seringkali menjadi ajang manifestasilelaki, otomotif, dan lain sebagainya. Sedangkan iklan sabun, shampoo, minyak goreng, bumbu dapur, peralatan rumah tangga cukup mendapatkan respek dari para perempuan yang menghubungkan kebutuhannya sebagai ibu rumah tangga, bukan merupakan suatu bentuk eksploitasi tapi merupakan suatu penggambaran keindahan kodrat perempuan dalam proses visualisasi iklan semata-mata dijadikan referensi penciptaan citra idealisasi hubungan sosial. Secara general perempuan memang masih belum bisa dipisahkan dari wilayah domestik, dan bagi sebagian orang posisi ini masih dianggap sebagai peran yang belum dapat digantikan oleh jenis kelamin lain. Sehingga perempuan dalam hal ini mengalami marginalisasi dari arena yang lebih luas yakni wilayah publik. Perempuan cenderung terdomestikasi, yakni sebagai subyek gender yang mempunyai tanggung jawab serta
peranan besar dalam pengelolaan rumah tangga. Jika hal ini dihadapkan pada konsep
gender secara universal, memang terdapat ketimpangan peran, di mana perempuan lebih dipercaya dalam kepengurusan rumah tangga, sedangkan laki-laki tidak terlalu dituntut untuk ikut mengurusi peran domestik ini. Meskipun terdapat penanaman ideologi yang dimaksudkan mengangkat citra perempuan seperti halnya ideologi atau pandangan bahwa perempuan yang mulia dan berbudi luhur secara kultural adalah perempuan yang berfungsi sebagai istri dan ibu rumah tangga, pada satu sisi dimaksudkan untuk menyatakan bahwa pengelolaan rumah tangga merupakan peran yang mulia serta ideal jika difungsikan oleh perempuan, tetapi di sisi lain perempuan dapat dikatakan mengalami pengucilan (exclusion) dari wilayah publik, sedangkan laki-laki meskipun tidak terlalu mengurusi persoalan domestik masih disebut sebagai kepala rumah tangga. Kendatipun demikian, adanya ideologi familialisme yang mendudukkan perem-puan berfungsi sebagai istri dan ibu rumah tangga tampaknya tidak beranjak dari pandangan sebagian besar perempuan pada umumnya. Citra konvensional ini masih menjadi tata nilai yang cukup kuat diinternalisasi oleh kaum perempuan itu sendiri. Adanya pergeseran peran bisa jadi malah dianggap akan membawa gesekan atau konflik kepentingan dalam menjalankan fungsi gender. Sehingga untuk membuka cakrawala bahwa perempuan hendaknya diakui pula dalam  arena publik mungkin perlu pula dipahami bagaimana eksistensi peran perempuan dari arena domestik.
 
Realitas sosial ini pada dasarnya memang telah mengalami rekonstruksi dan redefinisi dalam melihat keberadaan perempuan dalam fungsi gendernya. Perempuan secara kuantitas memang sudah berperan dalam arena publik, akan tetapi pada kenyataannya secara kualitatif masih banyak yang belum menempatkan diri pada posisi strategis dalam jabatan publik. Secara kualitatif pula perempuan masih terkonstruksi untuk terus berperan dalam wilayah domestik, mulai dari fungsi lanjut reproduksi, kepengasuhan anak sampai pengelolaan rumah tangga, sehingga ini pun dapat dijadikan salah satu faktor mengapa perempuan kurang diakui untuk menempati posisi penting dalam wilayah publik.

Sebuah renungan anak bangsa


Aku dan Duniaku
By : Witma Supriyajana

Aku bukanlah sekuntum bunga mawar di antara bunga-bunga indah lainnya. Aku juga bukan sepintal benang sutera yang halus di antara benang-benang lainnya. Tapi aku adalah sehelai awan di kala senja..Begitulah sedikit definisi ku  tentang diriku. Aku adalah satu di antara ribuan orang di dunia yang menghujat takdir yang di rasa tak adil. Bukan ku tak pernah bersyukur, bukan ku tak pernah menikmati indahnya hidupku, tapi justru ku lebih jauh menikmati hidupku daripada oranglain yang menyepelekan hidupnya. Ku nikmati setiap teriakan hatiku yang ingin menghujat betapa hidup kadang bagiku tak adil. Andai ada kotak keluhan kepada Tuhan mungkin aku akan membutuhkan puluhan ratusan bahkan ribuan kertas untuk menuliskan keluh kesahku yang mungkin tak akan habis ku tulis dalam waktu tujuh hari tujuh malam..

Lepas dari itu semua aku hanya ingin Takdirku berubah jika aku berusaha seperti janji Tuhan dalam Kitab Suci nya.

Ku terlahir dari keluarga biasa tapi luar biasa bagi ku, dari keluargaku, aku belajar bagaimana membedakan antara ego, ambisi, amarah, pengabdian, kesabaran, tanggungjawab dan dari keluarga aku belajar mengeluh. Terlalu konyol aku ceritakan jika ku belajar mengeluh dari keluargaku, seperti cara keluargaku dan aku menikmati hidup. Sebagai manusia ku tak terlalu mengharapkan suatu kesempurnaan dalam hidupku karena ku sadar kesempurnaan hanya milik Nya, Tapi ku hanya berharap sedikit kebebasan hidup tanpa keluhan.

Dari sini ku mengawali hidup ku tanpa keluhan..
Ketika ku berjalan menyusuri kota Surabaya yang panas bercucuran peluhku seakan-akan ku mandikan diriku dengan peluh. Aku belajar bagaimana cara menikmati hidupku, aku selalu memperhatikan bagaimana hidup orang-orang di sekitarku agar aku tahu hakikat kehidupan yang sesungguhnya.
Betapa mirisnya ketika kulihat beberapa anak kecil di jam-jam sekolah yang seharusnya mereka duduk manis mendengarkan sang guru berbagi ilmu kepada mereka, tertawa berkejar-kejaran di kala istirahat tiba, bersorak ria ketika bel pelajaran berbunyi tapi yang ku lihat kini anak-anak kecil itu mengemis dengan sedikit memaksa mengatakan padaku “untuk makan mbak”, Kenapa mereka yang masih terlalu dini untuk  di pekerjakan malah mencari uang untuk makan, dimana orang tua mereka? dimana tangung jawab orang tua mereka sebelum orang tuanya melahirkan mereka di dunia? Aku sadar hidup itu penuh tuntutan tapi setidaknya sebelum berencana memiliki anak tanamkan dulu komitmen-komitmen  kedepan, bukankah zaman sekarang sedang sibuk di gembor-gemborkan undang-undang perlindungan anak meskipun ternyata benar aplikasi dalam hidup itu lebih sulit di banding merangkai hitam di atas putih. Bagi orang-orang atas Sepertinya lebih asyik mengurusi kasus wisma atlet yang di gelapkan oleh wakil rakyat, di banding mengurusi anak-anak orang lain yang di pekerjakan usia dini. Mungkin sedikit wakil rakyat yang berhati peka.

Kembali lagi ku lanjutkan perjalanan ku menyusuri kota, kali ini yang kulihat bukan  anak-anak kecil yang mengemis di jam sekolah tapi ku mulai mengagumi mobil-mobil mewah di sepanjang jalan yang ku lewati, aku mengaguminya bukan dari segi konsumtif karena aku ingin memilikinya, tapi yang ku kagumi dari sepanjang perjalananku aku takjub dan terpana melihat orang-orang yang menaiki mobil-mobil mewah itu tak ada satupun orang pribumi asli. Lebih takjub lagi ketika hujan turun mobil-mobil mewah itu dengan manisnya menyembur genangan air pada orang-orang bersepeda motor di sebelahnya dengan ban mulusnya tanpa rasa iba.

Di perjalanku ini ku mulai merasakan penat nya otak ku terlalu banyak berfikir.Aku pun terduduk lesu di bangku di antara jajaran pertokoan yang ramai orang berlalu lalang.
Pikiranku mulai nakal mengamati orang-orang di sekitarku lepas dari anak-anak kecil dan mobil-mobil mewah. Perihnya hati ku ketika ku melihat lagi-lagi pertokoan itu tak ada satupun orang pribumi yang memilikinya, dan orang pribumi hanya di pekerjakan atau bahkan hanya menjadi tukang parkir sukarela. Menjadi perenungan besar bagi ku kenapa orang Indonesia asli menjadi budak di negaranya sendiri. Entah karena tidak peka terhadap terhadap peluang, entah terlalu malas berfikir membangun usaha sendiri atau mungkin banyak pertimbangan lain.

Dengan lemah ku kembali berjalan dan ku terhenti ketika ku lihat di media terjadi tawuran antar mahasiswa di salah satu universitas alasanya pun sangat patriotik untuk membela mahasiswi jurusan A,di ganggu mahasiswa jurusan B.Terlalu menyakitkan untuk menerima alasan itu. Para akademisi yang seharusnya merenung untuk perbaikan kehidupan dan berjuang untuk menyelamatkan diri berfikir agar tidak jadi budak di Negara sendiri sekarang begitu mengenaskan jika mereka tawuran untuk hal sepele. Berganti ku baca pada halaman depan Koran ibukota membicarakan kasus teknologi yang pada awalnya di harapkan untuk memajukan generasi penerus bangsa justru berbalik menjadi boomerang dan menjadi momok menyeramkan bagi para orang tua. Ku hanya bisa mengelus dada merasakan betapa sesaknya hidup. Kembali ku ingat sepenggal Serat Kalatidha milik Pujangga jawa Rongowarsito Amenangi jaman edan, Ewuh aya ing pambudi, Milu edan nora tahan, Yen tan milu anglakoni, Boya kaduman melik, Kaliren wekasanipun, Ndilalah karsa Allah, Begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada
“Hidup didalam jaman edan, memang repot. Akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada”
Terlalu indah jika ku pahami sepenggal serat milik Ronggowarsito,Seperti indahnya sejauh mata dan fikirku menilai hari ini.

Aku mulai bersyukur dan mengurangi porsi mengeluhku,meski kadang hidup itu menyakitkan, meski ku tahu menangis itu gratis tapi ku pahami jika hidup adalah pembelajaran. Aku tak pernah malu bermimpi yang muluk-muluk meskipun kadang bermimpi menimbulkan sakit jika terjatuh tapi ku ingin menjadikan hidupku tanpa keluhan, sesakit apapun yang aku alami nantinya. Meskipun aku hanyalah sehelai awan di kala senja aku tahu jika Tuhan akan menertawakanku jika aku hanya bisa menghujatnya setiap hari dan bermimpi akan ada kotak keluhan untuk Tuhan..

Contoh Dongeng " Sastra Anak"

Dongeng Anak



By:  Witma Supriyajana

Penjual  Sapu  dan ketiga Putrinya
Pak  Benso adalah penjual sapu  yang memiliki tiga orang putri yang cantik jelita. Meskipun Pak Benso ditinggal mati istrinya, Pak Benso mampu membesarkan ketiga putrinya dengan kedua tangannya tanpa  seorang istri. Pak Benso begitu mencintai istrinya sehingga ia tak mau memberikan seorang ibu tiri kepada putri-putrinya. Pak Benso takut ketiga putrinya akan disiksa ibu tirinya seperti Cinderella.  Padahal ketiga putrinya tidak masalah jika Pak Benso menikah lagi.
Ketika Pak Benso Sedang berkeliling menjual sapunya  ada suara yang meminta tolong
“tolong…tolong…”,Suara itu adalah suara seorang wanita, kemudian Pak Benso mencari dimana suara itu berada. Setelah berjalan agak jauh pak Benso menemukan seorang wanita dan seekor ular yang siap mematuk wanita itu, Pak Benso pun segera memukul ular itu dengan gagang sapunya,hingga ularpun berlari ketakutan. Wanita itu sangat berterimakasih kepada Pak Benso. Namun  sebelum mereka berkenalan  Pak Benso segera berlari karena teringat putri bungsunya sedang sakit  dan pak benso buru-buru membelikan obatnya.
Sesampainya dirumah Pak Benso segera meminumkan obat kepada putri keduanya, Pak benso bertanya, “Wahai putriku apakah yang bisa ayah berikan kepadamu agar kamu sembuh dari sakitmu?”,sang putri menjawab “berikan aku seorang ibu ayah,aku rindu dipeluk seorang ibu”, Pak Benso pun bingung bagaimana caranya ia dapat memberikan seorang ibu bagi putri-putrinya yang dapat menerima Pak Benso apa adanya dan menyayangi ketiga putrinya.
Hingga Suatu hari  putri tunggal seorang saudagar kaya  yang belum menikah hingga usianya 45 tahun. Mengadakan Sayembara untuk para lelaki barang siapa mampu membuat sapu dalam waktu lima menit akan dijadikan suaminya dan mendapatkan setengah dari kekayaannya.  Sayembara itu diikuti berbagai pria dari segala penjuru.
Putri pertama Pak Benso yang sedang berbelanja ke kota mendengar sayembara itu dan segera menyampaikan sayembara itu ke ayahnya. “Ayah..Ayah…ada sayembara di kota ayah,Seorang wanita tua putri saudagar kaya mencari seorang suami yang mampu membuat sapu dalam waktu lima menit.”Kata putri sulung sambil terengah-engah.
Putri kedua pun menyahut “iya ayah ini kesempatan untuk ayah agar kami bisa memiliki ibu baru”. Pak Benso hanya terdiam.putri sulung pun berkata “aku mohon ayah wanita itu pasti akan menjadi ibu yang baik untuk kami”.
Pak Benso pun segera berangkat kekota bersama ketiga putrinya.
Sesampainya di kota orang-orang sedang beramai-ramai pergi ke tempat sayembara itu berada. Sudah puluhan tukang sapu dan pria-pria dari pelosok negeri  namun tak ada yang mampu membuat sapu dalam waktu lima menit.
Pak benso pun mencobanya dan berdoa “Tuhan ini untuk ketiga putriku kumohon ijinkan ku agar aku berhasil  membuat sapu dalam waktu lima menit”.
Ternyata Pak Benso mampu membuat  sapu itu dalam waktu lima menit. Alangkah terkejutnya Pak Benso ternyata Putri saudagar kaya itu adalah wanita yang di tolongnya tempo hari. Wanita itu tiap hari selalu memikirkan Pria yang menolongnya. Alangkah beruntungnya Pak Benso pun memenangkan sayembara itu. Mereka akhirnya menikah, Ketiga putri Pak Benso sangat bahagia,Putri bungsu sembuh dari sakitnya. Cerita tentang ibu tiri yang jahat itu tidak benar karena ibu tiri ketiga putri Pak Benso sangat menyayangi mereka dengan sepenuh hati. Mereka Kini hidup bahagia dan Pak Benso tidak miskin lagi.

Tips Membuat Kimchi Korea


Membuat Kimchi ( asinan Korea )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVJB2uZAMpP3wFzJyMNfdIAKYTyN_03Kv2lEAmnEBtXUb-fwXPcP401uctZ8KA247vpIfBC_iixLyEZ9cFh0fgNpZoRmaR6jcW2E8b1ariAEx46GC9Kyxy_py3La4b4FOnByhBZHxmDhbj/s320/Ddt_kimchi01.jpg



Kimchi, asinan sayur berbahan sawi putih bercitarasa khas Korea ini sudah mendunia. Rasanya belum sempurna kunjungan ke Korea jika melewatkan mencicipi seni kuliner yang sohor ini. Bahkan, jika Anda sudah bangga telah menyantap bulgolgi (kuliner Korea berbahan dasar daging yang ditumis manis) tak ada artinya jika belum menyentuh kimchi.
Sekilas rasa kimchi yang asam, asin, dan pedas mirip dengan asinan sayur Bogor. Bedanya, di tempat aslinya, kimchi bisa begitu asam, begitu pedas, sekaligus asin. Paduan rasa yang luar biasa untuk dilupakan begitu saja. Lantaran sudah begitu kondangnya, kimchi kini mudah di temui di seluruh Korea karena dikemas sebagai makanan siap santap.
Namun jika Anda ingin menjajal mengolah kimchi sendiri, berikut resep sederhana mengolah kimchi yang disarikan dari The Book of Kimchi. Jika suka, kimchi bisa disantap begitu saja sebagai makanan pembuka atau disajikan dengan nasi putih dan sate. Atau bisa dipadukan dengan apa saja sesuai selera. Selamat mencoba. tri
Bahan-bahan:3 Ikat sawi putih, biarkan utuh3 Genggam garam3 Sendok makan (sdm) gula6 Sdm bubuk cabai1 Jari jahe, parut halus2 Siung bawang putih, haluskan1 Ikat selada air1 Ikat daun bawang, iris kasar1 Buah radis, iris halus3 Sdm saus ikan
Mengolahnya:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeOhubwDA01ViYb_eS8QpDua3BML96Jpzoz27mfc3qyllJ460KJgsp7b_K4y0t5UeicZIuc7CdNuVIcUcpTUf7BQFCmLlIom-AJ5EVTenTiSYUyokwcfto26btCHVs0m4lEqnjXUr0LmPy/s320/Picture8.jpg
1. Sawi dibiarkan utuh dan cuci bersih dengan air mengalir hingga ke lembar terdalam daun sawi. Sesudah bersih, rendam sawi dalam campuran tiga genggam garam yang sudah dilarutkan dengan air matang untuk sedikitnya enam jam, sampai sawi putih terlihat layu.
2. Setelah enam jam, angkat sawi dan cuci kembali dengan air bersih hingga ke sela-sela lipatan daun sawi agar sisa garam tercuci bersih. Tiriskan. Bila suka sawi bisa dibiarkan utuh begitu saja atau dipotong menjadi dua bagian dengan membuang ujung-ujung sawi.
3. Saatnya mengolah sawi dengan campuran bahan-bahan bumbu. Campurkan jadi satu gula, bubuk cabai, jahe, bawang putih, selada air, daun bawang, radis, saus ikan, dan sedikit garam. Baurkan campuran bumbu secara merata menutup semua bagian sawi hingga ke sela-sela lembar daun terdalam. Simpan dalam wadah tertutup rapat dan biarkan sedikitnya 2×24 jam sampai bumbu meresap ke dalam daging sawi dan jangan menyimpan di dalam lemari es. Proses penyimpan lebih lama akan lebih baik karena fermentasi berlangsung sempurna dan rasa yang dihasilkan akan maksimal. Setelah itu, baru simpan kimchi dalam lemari es.
4. Kimchi siap saji bisa disantap begitu saja atau disuguhkan sebagai makanan pembuka sebelum makanan utama.



TIP
1. Proses memilih sawi yang baik dengan daun sawi yang sehat dan tidak berulat menjadikan hasil kimchi juga menyakinkan.
2. Jangan menggunakan peranti masak dari bahan logam karena kimchi membutuhkan porsi garam relatif banyak ketimbang menu lainnya, selain proses penyimpanannya yang relatif lama akan terjadi reaksi antara logam dengan garam sehingga memengaruhi proses fermentasi pada rasa kimchi.
3. Hasil kimchi yang lezat memang membutuhkan penyimpanan berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan untuk proses fermentasi yang sempurna. Bahan keramik lebih disarankan untuk menyimpan kimchi selama proses fermentasi berlangsung.
4. Takaran bahan-bahan bumbu bisa Anda sesuaikan sampai Anda menemukan takaran yang pas dengan selera Anda. Misalnya dengan mengurangi garam jika Anda menyukai menambahkan saus ikan yang memang sudah asin.




Resep Kimchi
Yang sering nonton film korea tentu hapal kan dengan makanan paling khas dari korea?

Yup..benar sekali, kimchi...

Berikut kami sajikan cara membuat kimchi :

Resep 1:
bahan :

2.3 kg sawi putih belah 2
100 gr garam
Rendam sawi dengan garam (usahakan agar semua sawi terendam dengan sempurna), selama semalam.


Bahan pencelup :
50 gr daun bawang potong kecil2
100 gr bawang putih, haluskan
40 gr chili powder
2 cm jahe dihaluskan
250 cc light soysauce/kimchi sauce
50 gr gula pasir
(bahan-bahan ini dicampur bersama sawi yang sudah diasinkan nantinya)

beberapa tetes minyak wijen, pada saat penyajian.

bubur tepung beras :
100 gr tepung beras
1200 cc air hangat (panas)
campur tepung dengan air, biarkan dingin


Campur bubur tadi dengan cabe bubuk/halus, bawang putih, jahe yang sudah dihaluskan, gula , garam.
Tiriskan sawi yang sudah semalam direndam.
Olesi dengan campuran bubur tadi setiap lembarnya.

Atur rapi dalam wadah, tambah dengan bahan pencelup, biarkan semalam diudara luar sampai terlihat airnya menjadi banyak, lalu masukkan dalam lemari es semalam lagi, baru dapat disajikan.
Sajikan dengan ditetesi minyak wijen...

Jika disimpan di kulkas, kimchi ini bisa bertahan sampai 6 bulan loh...

Klo komchi yang lebih maknyus biasanya daun sawi dibuang, jadi cuma tinggal batang putihnya doang.

Sedangkan buat yang kesulitan mendapatkan kimchi sauce bisa menggantinya dengan kecap asin


Resep 2:
1 sawi putih potong melintang 2 inchi.
10 Garlic
15 Red chili
1 cup White Vinegar (cuka)
Salt.

Setelah sawi putih dicuci dan dipotong keringkan lalu ditaburi garam sampai merata. Diamkan semalam diluar kulkas.
Sementara siapkan cabe merah dan bawang putih ditumbuk sampai halus lalu masukan kedalam air cuka.
Kemudian setelah sawi putih layu karena terendam garam.semalaman masukan jadi satu dengan ramuan bumbu dari air cuka tersebut. Siap makan malam hari.


Selamat mencoba ^^

Screenshoot :

http://tbn2.google.com/images?q=tbn:5bdK_7dXvxSmCM:http://life1ssimple.files.wordpress.com/2009/01/korean-kimchi1.jpghttp://tbn2.google.com/images?q=tbn:IOguCepxOe3cfM:http://kimchiandcrackerjacks.edublogs.org/files/2009/02/kimchi.jpg
Kimchi

http://tbn3.google.com/images?q=tbn:N2ifDc7R3J-7KM:http://wb3.indo-work.com/pdimage/14/286014_0510045344.jpg




KIMCHI

Bahan:
  • 1 buah sawi putih, cuci bersih (atau bisa juga menggunakan lobak putih)
  • 2 sdm garam
  • 1/2 sdm bawang putih parut
  • 1 sdm cabai giling
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1 sdt cabai bubuk
  • 1 sdm air jeruk lemon
  • 1 sdm garam
  • 1/2 sdt jahe, parut
  • 1/2 sdt kecap ikan



Cara membuat kimchi:
  1. Buka kuntum daun sawi, kemudian taburkan garam pada setiap kuntumnya
  2. Biarkan selama 6 jam. Baru kemudian dicuci bersih
  3. Setelah itu, potong-potong sawi sepanjang 4 cm
  4. Campur sawi dengan bawang putih, cabai giling, cabai bubuk, air jeruk, jahe parut, kecap ikan, dan garam
  5. Biarkan semalaman dan kimchi siap dinikmati

Contoh Naskah Sutradara


Naskah Sutradara
"Jalan Pintas"
CREATED BY:
Witma Supriyajana

Sinopsis
Santika adalah putri seorang dukun santet,tiap hari dia yang mengantarkan santet kiriman kerumah korban yang akan disantet. Bapaknya bernama Wahab,dukun sakti yang terkenal ampuh di kalangan pejabat dan istri-istri pejabat.Suatu hari Santika mengirim santet kerumah pejabat yang sedang naik jabatan,Waktu Santika hendak menaruh sesaji santet dirumah Sasono alanghkah terpananya Santika melihat pejabat yang hendak di Santet itu begitu tampan dan masih muda,Santika teringat kembali pada cinta pertamanya yang sering dia panggil Nono…Ya..dia adalah Sasono yang kini telah menjadi pejabat dan memiliki istri putri presiden.
Tokoh
Santika : Cantik,lembut wajah tegas,sangat mencintai Sasono,menyayangi anaknya dan patuh terhadap ayahnya.
Sasono : Tampan,berwibawa,pekerja keras,mencintai santika dan sayang kepada anak-anaknya tapi kurang peduli terhadap istri pertamanya Rengganis.
Wahab : Ayah Santika,seorang dukun sakti yang terkenal dikalangan pejabat.
Bhima : Tampan,cerdas Anak sasono dengan istri pertamanya.mencintai agni.
Agni : Cantik berambut panjang berkulit putih memiliki senyum yang teduh,mencintai Bhima.,
Panca : Saingan Sasono,Licik,ambisius,menghalalkan segala cara untuk mendapatkan segalanya.
Rengganis : istri pertama Sasono anak pejabat,cantik,pendiam.
TEASER
SCENE 1.INT.    Ruang Meditasi Wahab      (NOON)

Fade in
Cast: Panca, Wahab
Panca siang itu dikediaman Santika sedang Duduk di ruang meditasi Wahab ayah Santika.
(Ruangan yang sermerbak dengan bau bunga tujuh rupa dan kemenyan yang sedang dibakar serta boneka orang-orangan kecil terbuat dari jerami yang dibentuk menyerupai tubuh manusia didekat kemenyan)
Panca dengan serius meminta tolong ingin mencelakai Sasono pejabat yang juga menantu presiden.
Panca
Mbah tolong ya kirim santet ke Sasono mantu presiden itu lho mbah.
 Saya akan berikan bayaran yang besar sama mbah.(meyakinkan)
CAMERA MOVE TO : Panca yang memohon pada Wahab.

Panca
Berapapun mbah minta aku kasih mbah,asal saingan karierku mati.
(Panca menyodorkan uang muka berpuluh-puluh lembar seratus ribuan).

Wahab
Hahahahah...gampanglah..
(tertawa dengan keras dan menyetujui tawaran Panca).
Santika masuk keruangan meditasi ayahnya untuk menyuguhkan teh pada Panca. (Santika keluar dari ruangan ayahnya).


Ext : SCENE 2.EXT.Halaman Rumah Sasono      (NIGHT)
Cast : Santika.
(Seperti biasa Santika harus menaruh sesaji santet kerumah tujuan yang akan disantet ,tepat tengah malam Santika memakai baju hitam menaiki mobil hitamnya  dan berhenti tepat dirumah Sasono)
 Alangkah terkejutnya Santika
Santika
Sasono..kau…..(ekspresi terkejut)
Sasono ternyata adalah Nono cinta pertamanya yang lama menghilang. (Santika bingung),dia begitu mencintai dan merindukan Sasono. (Dia semakin bingung ketika dia melihat sesaji di jok belakangnya)

Santika
Camera Move To
Aku harus bagaimana..Sasono adalah pria yang selama ini aku cari..aku begitu mencintainya.
(Santika akhirnya memutar mobilnya menuju kerumah.)


SCENE 3.INT.Rumah. Ruang Meditasi Wahab       (NIGHT)
Cast: Wahab, Santika.
Dirumah,ayahnya bingung kenapa sesajinya dibawa kembali
Wahab
Loh Nduk kenapa sesajinya kamu bawa pulang..kenapa ndak ditaruh didepan rumahnya?/
(Santika menangis terisak-isak dan menceritakan semuanya ke ayahnya)
Santika
Sasono adalah pria yang selama ini Santika idam-idamkan Santika ingin memiliki Sasono
Bagaimanapun caranya pak...
Wahab
(Bingung tidak tega melihat anaknya menangis)
Nduk..kamu bener-bener mencintai Sasono? Baiklah..bapak akan membantu kamu nduk..(bergegas masuk dalam ruangan meditasinya)
(Diruanganya, Wahab pun akhirnya membuat pelet untuk Sasono agar dia tergila-gila pada Santika.)


SCENE 4.EXT.Halaman Rumah Sasono      (NIGHT)
Seperti biasa santika yang mengirim sesaji kali ini sesaji itu untuk kepentingannya bukan kepentingan orang lain.
Santika
Aku taruh sesaji ini didepaan rumahmu..semoga kita segera bertemu.
(Santika menaruh sesaji didepan rumah Sasono dan dia berharap Sasono mengingatnya).

SCENE 5.INT.Gedung Tempat Berlangsungnya Resepsi Pernikahan       (NIGHT)
Cast : Sasono, Santika
Hingga suatu hari Santika bertemu secara tidak sengaja dengan sasono di sebuah acara pernikahan seorang putri pejabat.
Sasono
Maaf..kamu Santika kan?ini Sasono..masih ingat aku tik?
Santika
Iya aku Santika..jelas saja aku masih ingat kamu Sas.. kamu masih saja ganteng seperti dulu ya..(tersenyum manis)
Sasono
Kamu  makin cantik..kamu belum menikah?aku kangen kamu tik.
Santika
Belum Sas..aku menunggu pinanganmu..tapi kamu menghilang begitu saja.
Sasono-Santika
Saling memandang dengan pandangan penuh cinta.
(Sasono begitu terpana melihat Santika mereka berbincang-bincang lama dan bertukar nomer handphone )
Sejak saat itu Santika menjadi selingkuhan Sasono dan menikah siri
Santika dibelikan rumah mewah oleh Sasono hingga mereka dikarunikai seorang putri yang cantik dan cerdas Agni namanya,semakin hari hubungan Sasono dan Santika semakin mesra.
Mertua Sasono telah lengser dari jabatannya,istri pertama Sasono yang selama ini menjadi batu loncatan Sasono tidak pernah mengetahui affair Sasono dan Santika hingga 20 tahun lamanya,yang dia tahu Sasono sering keluar kota.
SCENE 6.INT: kampus bahasa dan seni
Cast : Agni, Bhima
Agni
Yank..terakhir kita bercinta kapan ya?kok aku telat datang bulan ya?
Bhima
Ehmm..pertengahan bulan kemarin yank..udah kamu chek pake test pack?

Agni
Belum yank.. nanti setelah kuliah anterin aku ya  ke apotek?
Cut to
SCENE 7.INT: Rumah.       ( AFTERNOON)
Cast : Agni, Santika


Dirumah Santika yang dibelikan Sasono)
Agni hamil,Agni menangis memeluk Santika dan meminta maaf karena dia telah hamil.
START MUSIC
Agni
Maafin Agni ma.. Agni sangat mencintai Bhima..
Santika
(meneteskan airmata dan memeluk Agni)
END MUSIC
CUT TO:
SCENE  8.EXT.. RUMAH       (NIGHT)
Cast : Sasono, Bhima
Di Rumah istri pertama Sasono, Bhima merajuk agar ayahnya melamarkan kekasihnya yang telah dihamilinya,alangkah terkejutnya dia gadis yang dihamili Bhima adalah Agni putrinya dari Santika.
Sasono
Kenapa Bhim?
Bhima
Pa..aku menghamili pacarku..tolong papa lamarkan dia untuk aku..
Sasono
Kamu ini apa-apaan Bhim..gampang sekali kamu bilang pacarmu kau hamili? Kamu pikir  nikah itu gampang? Gadis mana yang kamu hamili Bhim?
Bhima
Namanya Agni pa..Agni Prameswari Putri.S dia adik kelasku pa.. satu jurusan sama aku pa..
Sasono
(terkejut,raut mukanya tiba-tiba ketakutan)
Bhima
Kenapa pa?
Sasono
Apa ibunya Agni namanya Santika Dewi?
Bhima
Kok papa tau? temannya papa ya?wah kebetulan sekali bisa mempercepat pernikahanku dan Agni..
Sasono
Bukan Bhim..Bukan sekedar teman papa..tapi dia adalah teman hidup papa selain mamamu..
Bhima
Maksud papa?
Sasono
Dia ibu tirimu Bhim..dan Agni adalah adik sedarahmu..

Bhima
Apa papa bilang Agni adikku (shock,marah)
Papa ternyata bajingan.(beranjak pergi menjauhi papanya)
Camera Move To: Sasono

SCENE 9.INT: Rumah.       ( NIGHT)
SFX SOUND
Cast : Sasono
(Di rumah Sasono dan Rengganis yang mewah Sasono berdiri didepan meja kerjanya)
Sasono merasa bersalah sekali semua karena ulahnya.
Sasono
Semua gara-gara aku.,.(menangis)

(Rumah Santika bergaya minimalis,Santika terdududk lemas diranjangnya yang mewah)
Santika lebih merasa bersalah karena semua karena permintaanya agar ayahnya memelet Sasono,dan kini putrinya dihamili kakaknya sendiri.
SCENE 10.INT: Rumah.     ( NIGHT)
Cast : Bhima
(Di kamar Bhima yang rapi dan teratu Bhima terpampang wayang tokoh pewayangan Bhima)
Disudut pojok ruangan kamar Bhima sangat terpukul mendengar Agni adalah adiknya.
CUT TO
SCENE  11 .EXT: RUMAH       (PAGI)
Cast : Santika
Di taman rumah Santika banyak bunga anggrek dan mawar segala warna dan bunga-bunga lainnya.
(Sasono dan Santika sangat bingung)
Mereka tidak mungkin kalau menikahkan Agni dan Bhima.
Santika
Tak mungkin kalo kita menikahkan mereka mas..apa aku suruh gugurkan saja kandungan Agni,daripada bayi itu akan menjadi Aib untuk keluarga besar kita mas.(ekspresi cemas)
CUT TO
Bhima tetap nekad menikahi Agni karena dia begitu mencintainya,merekapun kawin lari dan menghilang dari kehidupan Sasono.
SCENE  12 .INT : Kafe     (PAGI)
Cast : Rengganis
SFX SOUND : Jazz
Di kafe langganan keluarga pejabat Rengganis duduk di tempat favoritnya dengan secangkir Moccachino didepannya.
Rengganis
Sampai kapan aku harus menutupi ini semua, aku merasa berdosa pada Bhima karena aku tidak memberi tahunya siapa ayah kandungnya ( sedih)
Bhima andai kamu tau ayah kandungmu adalah Panca…… Mas Sas maafkan aku telah menghalangi cintamu dengan Santika selama ini. (meneteskan
airmata)
Rengganis istri Sasono merasa berdosa karena menutupi aib yang selama ini dibuatnya,Bhima bukanlah anak kandung Sasono tapi hasil hubunganya dengan Panca yang dulu pernah berniat menyingkirkan Sasono karena Panca dan Rengganis sebenarnya saling mencintai. Rengganis terpaksa menikah dengan Sasono karena dipaksa ayahnya. Sebelum menikah dengan Sasono, Rengganis tahu kalau dihati Sasono hanya ada Santika tapi waktu itu Sasono tidak tahu dimana Santika berada.
Kini semuanya tinggal penyesalan dan semua masih membawa rahasia kehidupan masing-masing.
CAMERA TURN TO: BEHIND Rengganis
FREEZE


Surat Untuk Kakak Sepupuku Sinar Cinta Pertamaku

Sore ini... Hujan menciptakan sebuah rasa.. rasa yang tak pernah oranglain mengerti, ini lebih dari sebuah kegilaan dan ini lebih dari sekedar rasa cinta yang tak ku mengerti awal mulanya.... 

Aku.. adalah Aku... Aku seorang gadis yang hidup dengan segala hal yang rumit banyak orang memanggilku Kirana, mungkin ayahku memberi nama Kirana karena sebuah harapan dia ingin aku menjadi mentari bagi siapapun...  Sebuah alasan yang membuat ak terbebani aku juga butuh ada orang yang menyinari hariku dan alasan aku selalu tersenyum adalah karena "Sinar" ku... Dia adalah kakak sepupuku, hampir semua apa yang ada di dirinya sama denganku, apa yang dia sukai semuanya aku suka, apa yang dia katakan selalu membuat ak tersenyum... Hingga aku harus menyadari ada dua jurang di antara kami, Sinar sudah menikah bahkan sebelum aku sempat mengatakan jika aku ingin memilikinya lebih dari siapapun.. 

Selama bertahun-tahun aku dengan rapi menyimpan rasa ini rasa yang tak asing bagi para pencinta... Aku mencintai Sinar ketika aku duduk di bangku sekolah dasar, dia lebih tua tujuh tahun dariku. Saat itu Sinar sudah SMA aku begitu terpesona pada sosoknya, dia adalah orang yang bebas, orang yang selalu tersenyum dan orang yang suka memetik gitar  menyanyi di balkon lantai dua rumahnya.. Aku sangat mengidolakan Sinar  bahkan aku terinspirasi dari pribadinya sehingga aku menjadi seseorang yang supel dan selalu ceria..Pernah suatu ketika dia mengajakku menulis nama kami di pohon depan rumahku dan dia berjanji akan melihat pohon ini lagi bersama-sama saat pohon itu sudah tinggi, saat itu aku menunjukkan dia sebuah buku rahasiaku yang tak sempat terbacanya pada bagian akhir halaman.Untuk anak seusiaku aku sudah berani menulis sebuah kalimat "Aku  mencintaimu kak Sinar... Maukah nanti kamu menungguku hingga aku tumbuh dewasa dan menjadi seorang perempuan yang layak untukmu.." pada waktu itu aku berusaha melamarnya tapi ternyata dia melewatkan hal terpenting di buku itu.....


 
Daun-daun seolah berguguran ketika Sinar  dengan sadisnya menelantarkan cintaku dan menikah dengan gadis pilihannya, Seorang gadis yang jauh dari kata " Sempurna" dan selalu di perbincangkan oleh keluarga besarku, dan aku melihat ada sebersit raut kecewa di wajah kedua orangtua Sinar..


Sinar..... Apa ini yang terbaik bagimu? Apa kau tidak akan menyesal nanti? Apa kamu mencintainya...
aku sangat ingin menanyakan ini pada Sinar..

Hingga setelah hampir 12 tahun lamanya aku tak pernah bersua dengannya dan hanya berpapasan tanpa berbincang, entah mungkin ini saatnya waktu untukku, Takdir menciptakan sebuah waktu tak terduga dan tanpa sengaja.. dan kami berkesempatan terduduk berdua di panasnya mentari.. Dia pun mengajakku menikmati indahnya pantai dan kita saling bercerita satu sama lain dan satu hal yang ku tahu.. Sinar tak bahagia dengan rumahtangganya.. dan aku juga tak bahagia dengan kekasihku yang telah hampir tujuh tahun lamanya menemani hari-hariku.. 

Sepanjang hari itu adalah sebuah kado kecil untuk hatiku, hati yang selama ini terpaku.. untuk pertama kalinya ada seorang pria menyuapi aku es krim yang selama ini sangat tidak aku suka dan menggandeng tanganku dengan mesra.. yang paling penting dia mengajakku ke tempat paling romantis sedunia yaitu sebuah Toko Buku... 

Dia membelikan aku sesuatu yang sangat berharga... Setelah itu semuanya mengalir dengan sederhana.. Sinar menyadari jika aku mencintainya sejak dulu dan aku mendapat sesuatu imbalan dari rasaku, Sinar juga Menyukaiku... 


Ini sebuah hadiah terhebat dalam hidupku, aku bahagia meski aku tau ada perempuan lain yang lebih berhak memiliki Sinar..
Semuanya terasa begitu hebat.. seperti mimpi.. seperti kisah dalam sebuah novel bergenre romantis... Dia selalu membagi banyak hal padaku.. dan anehnya aku sangat bahagia meskipun semua ini hanya melalui telpon atau sms..
Yaaahhh seperti mimpi.. dan saat terbangun dari mimpi sudah tiba, istri Sinar tau hubungan kami lebih dari kakak adik... meskipun kami tidak pernah kontak fisik tapi hati kami selalu berpelukan erat...  Istri Sinar tak henti-hentinya memaki dan memojokkan aku karena ketidakharmonisan rumahtangganya di tambah lagi dengan sikapnya Sinar yang selalu nampak di depan istrinya dan tak tanggung-tanggung Sinar mengatakan dia menyukaiku di depan Istrinya.. Segala akun pribadi Sinar di dominasi istrinya dan kami tidak bisa berkomunikasi lagi, yang semakin membuat aku sedih adalah hidup Sinar semakin tak bahagia... Sinar selalu berkata " aku ingin bahagia denganmu"....
Sinar..... Aku berharap hidupmu akan jauh bahagia dari aku.. Aku mencintaimu, meskipun kita bersama itu sangat tidak mungkin.. Rasa ini lebih dari sebuah cinta monyet.. Ini adalah rasa yang tak perlu untuk membuat diriku sendiri bahagia.. Aku mengikhlaskanmu hidup bersama istrimu.. Ini adalah pilihanmu.. jangan menyesal karena kau terlambat mencintaiku itu lebih dari segalanya untukku.. kita tak boleh egois hanya untuk memikirkan perasaan kita... akan banyak yang terluka jika kita bersama... meski aku tak akan pernah bisa menghapus airmatamu dan meskipun aku tak bisa membiarkanmu duduk di pangkuanku ketika hatimu gundah..


meskipun begitu percayalah hati ini akan selalu ada namamu.. Sinar..... kakakku.... aku mencintaimu melebihi  Hujan mencintai tanah yang ingin membuatnya basah... melebihi cinta angin yang membuat awan menjadi Hujan....
Sinar... Tetaplah tersenyum untuk hidupmu... tetaplah menyanyi seperti dulu... tetaplah lalui hari-harimu ceria .. Dan tetaplah bersinar meski harimu dalam kegelapan.... karena kamu adalah Sinar ku... Inspirasi hidupku...Doaku akan selalu menemani harimu....


Peluk Rindu
Dari Aku yang Mencintaimu
Kirana.............